Bolehkah Penderita Kista Berpuasa?

Bagi beberapa orang yang sakit, tentu ini menjadi sebuah kendala, termasuk bagi yang memiliki kista di tubuhnya. Namun ternyata keadaan ini bisa diatasi dengan beberapa cara.

Bolehkah Penderita Kista Berpuasa?
Ilustrasi Kista

Bulan Ramadan menjadi momen bagi setiap muslim untuk meningkatkan ibadahnya melalui puasa wajib selama 30 hari. Namun untuk beberapa orang yang sakit, tentu ini menjadi sebuah kendala, termasuk bagi yang memiliki kista di tubuhnya. Namun ternyata keadaan ini bisa diatasi dengan beberapa cara.

Pertama, konsultasikan dengan dokter tentang kondisi kista dan keinginan untuk berpuasa. Jika kondisi kista masih bisa ditolerir, biasanya dokter akan memberikan izin untuk berpuasa dengan beberapa catatan, misalnya memperhatikan pola makan dan tetap mengonsumsi obat.

Kedua, tetap mengontrol kondisi tubuh. Jika merasa tidak kuat, maka segera hentikan kegiatan puasa hingga keadaan kesehatan pulih kembali.

Ketiga, mengubah pola makan dan minum pada saat sahur serta berbuka. Beberapa langkah yang dapat dilakukan untuk menjaga pola makan saat berpuasa antara lain:

  • Menghindari fastfood. Makanan yang cepat saji cenderung tidak sehat karena memiliki kandungan zat pengawet, penyedap rasa dan cara pengolahan yang tidak sempurna. Fastfood memiliki resiko yang besar terhadap peningkatan kolesterol dan memicu ketidakstabilan metabolisme tubuh.
  • Tidak minum kafein. Minuman yang mengandung kafein dapat mengganggu stabilitas hormon. Kondisi ini tentu akan mengakibatkan kista membesar atau meradang.
  • Tidak mengkonsumsi daging merah. Kolesterol tinggi terdapat dalam daging merah dan akan mengakibatkan perkembangan kista semakin sepat membesar.
  • Menghindari makanan yang mengandung gluten, misalnya roti, kue, cereal. Gluten merupakan protein yang terdapat dalam gandum atau jeli. Terlalu banyak makan makanan yang mengandung gluten akan mengakibatkan kegemukan dan berdampak pada sistem metabolisme yang tidak stabil.
  • Perbanyak mengonsumsi sayur, buah, ikan salmon, kacang-kacangan dan mengubah pola masak yang baik dan benar.

Sebaiknya pasien kista bukan hanya menjaga jenis makanan atau minuman saja, melainkan harus memperhatikan takarannya. Makan dan minum dengan secukupnya agar tubuh tetap mendapat nutrisi yang cukup. Makan yang berlebih akan mengganggu sistem pencernaan dan berdampak pada kinerja organ tubuh lainnya.

Keempat, mengatur pola istirahat dengan baik. Saat berpuasa, kemungkinan besar waktu istirahat akan berubah. Buatlah jadwal kegiatan sebaik mungkin agar kegiatan ibadah tetap berjalan dengan lancar dan kondisi kesehatan dapat terjaga.

Kelima, tetap mengkonsumsi obat untuk dapat menjaga mengontrol laju perkembangan kista dan mengurangi reaksi yang ditimbulkan. Ubah waktu minum obat pada saat sahur dan buka agar dapat berpuasa denga lancar.

Gunakan Chang Sheuw Tian Ran Ling Yao Agar Puasa Lancar

Pemilihan obat herbal harus dilakukan oleh setiap pasien kista. Tak hanya soal komposisi, tetapi legalitas dari pemerintah pun harus menjadi perhatian. Kini telah banyak obat tradisional yang beredar tetapi tak diketahui tingkat keamanannya.

Berbeda halnya dengan kapsul Chang Sheuw Tian Ran Ling Yao. Obat produksi PT Daun Teratai ini tak hanya memiliki komposisi yang tepat untuk atasi bermacam-macam penyakit, tetapi keberadaannya di Indonesia telah mendapat pengakuan dari pemerintah (BPOM). Tak hanya itu, beberapa lembaga professional pun mengakui kualitasnya. Beberapa penghargaan pun telah diraih, salah satunya adalah sebagai First in Herbs Medicine and Pharmacy dari Indonesia Golden Award.

Chang Sheuw Tian Ran Ling Yao memiliki senyawa mineral Germanium dan Polisakarida. Menurut hasil uji praklinis diketahui jika kedua zat ini memiliki khasiat untuk mengembalikan jaringan sel yang rusak, mengembalikan sistem metabolisme tubuh, dan meningkatkan sistem imunitas. Ketiga fungsi utama ini dapat membantu proses penyembuhan kista.

Seorang pasien kista ovarium, Ibu Eva Silvia yang berusia 51 tahun, telah membuktikan keampuhan Chang Sheuw Tian Ran Ling Yao. Beliau memiliki daging tumbuh di rahim serta kista di sel telur bagian kanan dan kiri. Sebelumnya Ibu Eva harus melakukan operasi pengangkatan kedua sel abnormal tersebut, namun beliau lebih memilih pengobatan alternatif. Setelah mengkonsumsi obat Daun Teratai secara teratur selama 6 bulan, dokter telah menyatakan bahwa tumor serta kista di dalam perutnya telah hilang.