Menjaga Daya Tahan Saat Menjalani Terapi Pengobatan Kanker

02.13.2023Susanto

AdobeStock 190978867 scaled

Tidak semua faktor penyebab kanker diketahui secara pasti dan seringkali penyakit kanker pada awalnya tidak bergejala, sehingga banyak penderita kanker merasa kecolongan, tahu-tahu kanker telah menyebar ke organ lain. Sesungguhnya penyakit kanker itu terjadi tidak secara tiba-tiba, melainkan ada proses yang cukup lama. Sebelum terjadi panyakit kanker diawali dari kondisi pra kanker, yang tanpa kita sadari. Pada saat itu kita mungkin merasa kelelahan atau kurang fit saja. Sinyal tubuh ini sering tidak dianggap serius dan disangkanya hanya sedang tidak enak badan karena cuaca yang kurang kondusif.

Bagi pasien kanker atau survivor kanker, menjaga daya tahan tubuh merupakan hal yang sangat penting sekali. Penyakit kanker itu sendiri dipastikan dapat menurunkan daya tahan tubuh. Terlebih pada pasien yang sedang menjalani kemoterapi atau radiasi. Oleh sebab itu, perlu dilakukan upaya ekstra dalam mempertahankan dan meningkatkan daya tubuh.

Untuk menjaga daya tahan tubuh serta untuk mengganti dan memperbaiki sel-sel tubuh yang rusak akibat kanker mau pun efek samping pengobatan pasien kanker memerlukan makanan yang tinggi kalori dan tinggi protein. Sumber kalori dan protein tersebut bisa didapatkan dari asupan makanan kita sehari-ha Sumber karbohidrat misalnya dari beras merah, sereal, kacang-kacangan dan lain sebagainya. Sedangkan sumber protein dapat diperoleh dari telor, tahu, tempe,susu redah lemak dan lain-lain. Selain itu, pemenuhan kebutuhan lemak tak jenuh, air mineral dan vitamin juga dibutuhkan untuk memperbaiki jaringan tubuh yang rusak, menjaga sistem imun tubuh, serta menjaga kekuatan tulang, mata, kulit, kuku, dan rambut. Sumber utama vitamin dapat ditemukan dalam makanan yang dikonsumsi sehari-hari, seperti buah dan sayuran.