Hubungan Jenis Makanan Tertentu Dengan Kanker

02.13.2023Susanto

AdobeStock 353872145 scaled

Terjadi pro-kontra tentang makanan yang perlu dihindari atau dipantang oleh pasien kanker. Sebagian yang setuju dengan pendapat bahwa pasien kanker memiliki beberapa jenis makanan yang perlu dihindari. Namun, beberapa tidak setuju dan membolehkan pasien kanker untuk mengonsumsi apapun yang diinginkan agar tidak merasa terbatasi. Bagi yang berpendapat bahwa pasien kanker harus menghindari beberapa jenis makanan punya alas an tersendiri, tentunya juga didukung dengan pengalaman maupun dibuktikan secara ilmiah (melalui pengujian). Hasil dari pengujian bahwa makanan yang dikonsumsi pasien kanker ternyata memang berpengaruh sangat besar terhadap proses kesembuhan. Berikut beberapa jenis minuman atau makanan yang perlu dihindari bagi pasien kanker.

1. Alkohol
Pasien kanker, sebaiknya untuk menghindari alkohol, karena berdasarkan hasil penelitian, bahwa alkohol dapat meningkatkan risiko terhadap beberapa penyakit kanker seperti kanker mulut, tenggorokan, laring (kotak suara), esofagus, hati, dan payudara.

Seseorang yang telah didiagnosis kanker harus menghindari minuman beralkohol karena minuman ini meningkatkan risiko terhadap munculnya kanker baru. Alkohol diketahui meningkatkan kadar estrogen dalam darah, ketika alkohol bercampur dengan darah, alkohol diurai menjadi asetaldehid oleh hati yang bersifat karsinogen.

Karsinogen ini jika tidak dihilangkan oleh hati menyebabkan mutasi gen dan perubahan struktur DNA. Kondisi ini menyebabkan produksi sel penyebab kanker yang berkembang tak terkendali dan menyebabkan kanker payudara, kanker hati, kanker paru-paru, dan kanker mulut. Efek alkohol bahkan lebih buruk pada wanita yang kelebihan berat badan atau obesitas.

2. Makan yang mengandung lemak tinggi
Menurut American Cancer Society, makanan yang tinggi lemak seperti lemak jenuh bisa meningkatkan risiko kanker kambuh kembali atau bertambah parah. Sehingga pasien kanker disarankan untuk menghindari makanan yang mengandung tinggi lemak.

Namun, jangan khawatir. Tidak semua lemak terbukti meningkatkan risiko kanker, yang harus anda hindari adalah lemak jenuh yang ada pada makanan seperti daging sapi, olahan daging panggang atau daging asap, paha ayam, krim susu, keju, susu, mentega, kentang goreng, ayam goreng, kue, biskuit, makanan cepat saji, jeroan, makanan kemasan, dan kuning telur.

3. Sayuran mentah
Sayuran mentah memang mengandung serat, vitamin, dan mineral, banyak pasien kanker yang berpikir bahwa mengonsumsi sayuran mentah bisa membantu mereka merasa lebih baik. Pada kenyataanya, anda tetap harus memasak sayuran yang akan anda makan untuk memastikan keamanannya terutama jika anda sedang menjalani kemoterapi.

Menurut Dr. Jennifer Sabol dari laman situs Breast Cancer, kemoterapi mengurangi jumlah sel darah putih seseorang dan menurunkan sistem kekebalan tubuh. Sayuran mentah seperti mentimun dan seledri memiliki kemungkinan lebih besar terkontaminasi bakteri dibandingkan sayuran yang telah dimasak. Jadi mengkonsumsi sayuran mentah bagi pasien kanker lebih baik dihindari.

4. Makanan yang diawetkan dan dibakar
Makanan yang diawetkan mengandung senyawa kimia yang dapat berubah menjadi karsinogenik begitu juga dengan makanan yang dibakar. Makanan yang dibakar terutama di bagian yang gosong atau hangus mengandung zat karsinogen, senyawa yang bisa menyebabkan kanker.

Anda juga tidak disarankan mengonsumsi ikan asin. Ikan asin yang diolah dari bahan tidak segar dan sudah diawetkan cukup lama mengalami penguraian sehingga menjadi bahan alergen yang ‘mengundang’ reaksi imunitas tubuh. Akibatnya, tubuh akan merasakan demam, gatal-gatal, dan bengkak.

Sementara itu, bagi pasien kanker akan timbul reaksi berdenyut-denyut dan timbul rasa nyeri di bagian tubuh yang terkena kanker. Ikan asin juga menyebabkan gangguan permeabilitas (penyerapan air) jaringan tubuh, permukaan luka akan tampak basah, dan kadang-kadang terjadi perdarahan.

Makanan dan minuman yang dikonsumsi berperan penting dalam proses perawatan kanker. Untuk itu, pasien kanker perlu memerhatikan makanan yang sebaiknya dihindari.