Beberapa Jenis Makanan Yang Tinggi Akan Fitoestrogen

02.13.2023Susanto

AdobeStock 119498169 scaled

Fitoestrogen merupakan suatu senyawa dalam tumbuhan yang mirip dengan hormon estrogen dalam tubuh. Namun, pada umumnya fitoestrogen sifatnya lebih lemah untuk membentuk estrogen daripada hormon estrogen alami yang ditemukan dalam tubuh manusia dan hewan.

Fitoestrogen ini dapat dibagi dalam beberapa kelompok utama yaitu isoflavon, lignan, resveratrol dan flavonoid. Masing-masing fitoestrogen ini memiliki sifat antioksidan. Selain baik bagi kesehatan seksual dan reproduksi perempuan, fitoestrogen juga mampu melawan kerusakan sel dalam tubuh yang sering dikaitkan dengan berbagai penyakit kronis.

Beberapa makanan yang mengandung fitoestrogen, misalnya pada tumbuhan atau sayuran dan bumbu diantaranya:

 

Bawang putih

Konsumsi bawang putih secara teratur dapat membantu menurunkan kolesterol, mengurangi tekanan darah dan mencegah pembekuan darah. Di mana hal yang telah disebutkan tersebut merupakan faktor risiko penyakit jantung. Dengan menyantap bawang putih, maka kadar estrogen ditubuh menjadi baik, sehingga mungkin membantu mengurangi pengeroposan tulang terkait usia.

Kacang-kacangan

Kacang-kacangan seperti kacang mete, almond, kacang tanah, dan pistachio merupakan sumber fitoestrogen yang menyehatkan jantung. Apalagi makanan ini bisa disantap sebagai bentuk camilan atau minuman. Meski demikian, sebaiknya kita membatasi menyantap kacang, sebab tinggi kalori dan lemak

Biji rami

Biji rami adalah sumber makanan terkaya lignan (polifenol ditemukan pada tanaman). Biji rami juga dipercaya menurunkan risiko kanker payudara. Untuk mengonsumsinya, kita bisa menaburkan biji rami di banyak hidangan, misalnya memanggangnya menjadi roti dan kue.

Kedelai

Kedelai mengandung isoflavon tingkat tinggi dan merupakan fitoestrogen yang dapat meniru efek estrogen, sehingga mampu mengurangi risiko kanker payudara dan prostat. Kedelai juga kaya akan berbagai vitamin dan mineral penting. Selain itu, kedelai dapat mendukung kesehatan jantung sebagai alternatif pengganti daging merah dan olahan. Kawan Puan, tak perlu mengonsumsi kedelai utuh saja, produk olahannya seperti tahu, tempe, dan susu kedelai juga bisa disantap.

Persik

Buah persik atau nektarin ini punya kandungan lignan yang tinggi. Jika kamu mengonsumsi nektarin setidaknya dua porsi dalam seminggu, maka risiko terserang kanker payudara pun menurun. Selain buah persik yang tinggi akan lignan, kita bisa mengonsumsi buah lain yang punya kandungan sama seperti blueberry dan stroberi.

Anggur Merah

Anggur merah kaya akan resveratrol. Resveratrol dipercaya mengurangi risiko penyakit jantung dengan mengatur kadar kolesterol. Tak hanya itu saja, fitoestrogen dalam anggur merah dapat menghentikan pertumbuhan sel kanker, terutama di kalangan perempuan pascamenopause.

Biji wijen

Biji wijen ini tidak asing bagi kita, biasanya ditaruh pada semua jenis makanan dan tidak sekadar rasa nikmatnya saja. Sebab, biji wijen punya pengaruh pada tingkat estrogen, dengan aktivitas antioksidan kuat melawan faktor risiko penyakit kronis.

Sayuran Cruciferous

Sayuran cruciferous ini seperti brokoli dan kubis brussel, yang memiliki kandungan fitoestrogen. Fitoestrogen dalam sayuran ini memiliki sifat antikanker dan anti-inflamasi. Oleh sebab itu, pola makan yang kaya sayuran cruciferous juga dikaitkan dengan rendahnya risiko banyak penyakit kronis, termasuk masalah jantung.