Wanita Usia Subur Wajib Waspada Endometriosis

Rahim merupakan organ tubuh yang sensitif bagi kaum wanita. Dalam beberapa kondisi gangguan pada rahim akan berakibat buruk bagi sistem reproduksi.

Wanita Usia Subur Wajib Waspada Endometriosis
Ilustrasi Pasien Endometriosis, Sumber Gambar: Dok. KlikDokter

Rahim merupakan organ tubuh yang sensitif bagi kaum wanita. Dalam beberapa kondisi gangguan pada rahim akan berakibat buruk bagi sistem reproduksi. Salah satu yang sering dialami yaitu terjadinya endometriosis.

Endometriosis merupakan kondisi saat jaringan dinding rahim tumbuh di luar rahim. Tempat yang sering mengalami endometriosis yaitu ovarium, usus dan rongga panggul. Dalam keadaan normal, jaringan akan luruh pada masa menstruasi. Namun karena jaringan itu terjebak di tempat yang tidak memiliki saluran keluar menuju vagina maka akan terjadi endapan.

Akibat dari tidak meluruhnya jaringan itu, maka terjadi penebalan secara terus menerus dalam jangka waktu lama. Hingga akhirnya mengganggu siklus haid bahkan menyebabkan nyeri yang berdampak iritasi pada organ reproduksi. Beberapa kasus endometriosis juga berpotensi sebagai pemicu kemandulan.

Penyebab Endometriosis

Penebalan jaringan dinding rahim ini sebagian besar dipengaruhi oleh adanya gangguan dalam sistem hormonal. Keadaan hormon yang tidak seimbang mengakibatkan terjadinya perubahan sel endometrium dan sel pelapis bagian dalam perut atau yang biasa disebut dengan pritonium.

Selain itu, kegagalan sistem imun tubuh juga dapat memicu pertumbuhan jaringan di luar rahim. Gangguan ini mengakibatkan darah masuk ke rongga panggul melalui saluran indung telur dan terjadilah pengendapan. Pada keadaan normal, peluruhan darah ini akan dialirkan ke luar tubuh melewati vagina.

Beberapa kasus endometrium juga terjadi karena adanya ketidaksempurnaan dalam prosedur operasi caesar. Endometrium menempel pada area bekas operasi sehingga terjadi penebalan sel.

Data Year on Year Penderita Endometriosis

Secara umum endometriosis sering dialami oleh wanita pada masa usia subur, yaitu rentang usia 21-35 tahun. Walau demikian potensi penyakit ini juga dapat dialami oleh usia remaja atau orang di atas usia 40 tahun.

Penyakit endometriosis ini menjadi masalah bersama yang harus diselesaikan di seluruh dunia maupun Indonesia. Hal Ini disebabkan oleh semakin meningkatnya data insidensi yang memengaruhi sistem preproduksi wanita.

Beberapa penelitian memprediksi akan ada seorang yang terkena kasus endometriosis dari 10 wanita atau sekitar 200.000.000 orang. Di Amerika Serikat, endometriosis telah mencapai angka 5.500.000 juta pada wanita usia subur. Sementara di Indonesia, walau belum ada data yang akurat diperoleh data yang terjadi sekitar 6.475 kasus (WHO, 2012).

Upaya Pengobatan Endometriosis

Tingginya tingkat insiden kanker endometrium menjadi perhatian penting dalam dunia kedokteran. Selain mengakibatkan komplikasi pada sistem reproduksi berupa kemandulan, endometriosis juga termasuk salah satu penyebab kematian yang cukup besar bagi kaum wanita.

Upaya pengobatan yang biasa dilakukan oleh dokter antara lain:

  • Memberi obat anti radang.
  • Melakukan terapi hormon. Salah satunya dengan menggunakan kontrasepsi oral.
  • Pengangkatan jaringan endometriosis melalui operasi.
  • Mengangkat organ yang telah terkena jaringan endometriosis. Ini bisa berupa pengangkatan parsial, yaitu sebagian organ atau semua bagian (total).

Semua upaya tersebut tentu telah melewati pemeriksaan dan uji laboratorium lengkap. Selain itu harus dilakukan atas kesepakatan antara pasien dan dokter karena beberapa upaya pengobatan akan memiliki resiko pada kesehatan organ lainnya. Misalnya pada operasi pengangkatan endometriosis mungkin saja mengakibatkan infertilitas.

Setelah mengetahui resiko yang cukup besar dari endometriosis ini, maka banyak orang mencari solusi alternatif. Mengobati atau mencegah melalui cara tradisional pun mulai dilakukan dan ternyata ada yang terbukti dapat memberikan hasil yang maksimal.

Salah satunya adalah obat herbal Chang Sheuw Tian Ran Ling Yao. Obat herbal produksi PT Daun Teratai ini telah terbukti dapat menyeimbangkan dampak negatif dari kemoterapi dan radiasi, memulihkan pertumbuhan sel yang tidak normal, memperbaiki sistem hormonal, metabolisme dan fungsi organ tubuh, serta menjaga imunitas.

Tak hanya itu, kandungan zat Polisakarida dan Germanium pada kapsul Chang Sheuw Tian Ran Ling Yao berdampak positif bagi tubuh. Misalnya zat Polisakarida rupanya mampu memperbaiki kerusakan dan penyimpangan sel dalam di dalam tubuh. Begitupun dengan Germanium, mampu melancarkan metabolisme dan enzim dalam tubuh.

Secara legal, kapsul Chang Sheuw Tian Ran Ling Yao diketahui telah mengantongi label HALAL dari MUI serta izin edar dari BPOM. Obat Herbal Chang Sheuw Tian Ran Ling Yao sudah melalui Uji Praklinis di Fakultas Farmasi Universitas Gadjah Mada (UGM), dan sudah melalui Uji Keefektifan terhadap sel sel yang abnormal RS. Kanker Dharmais.