Lakuan Pola Diet Seperti Ini Agar Terhindar dari Kista

Makanan dapat menjadi pencetus sebuah penyakit. Tak sedikit orang yang tidak menjaga pola makannya akan lebih mudah terkena penyakit atau sulit melakukan proses penyembuhan.

Lakuan Pola Diet Seperti Ini Agar Terhindar dari Kista
Ilustrasi Pola Diet Bagi Pasien Penyakit Kista, Foto: Dok. Freepik

Makanan dapat menjadi pencetus sebuah penyakit. Tak sedikit orang yang tidak menjaga pola makannya akan lebih mudah terkena penyakit atau sulit melakukan proses penyembuhan. Tubuh tidak hanya membutuhkan makanan sebagai sumber tenaga, tetapi memerlukan berbagai zat yang dapat menjaga semua organ tubuh sehingga mereka dapat bekerja dengan optimal.

Ketika seseorang telah mendapat diagnosa kista dalam tubuhnya, maka selain mengonsumsi obat dia pun membutuhkan asupan nutrisi yang tepat. Ada banyak makanan dan minuman yang harus dihindari agar kista dalam tubuhnya dapat sembuh. Asupan nustrisi yang tepat akan mampu menghilangkan kista secara alami tanpa melalui pembedahan.

Pola Diet Untuk Menghindari dan Mengecilkan Kista

  • Jauhi makanan yang memiliki lemak jenuh tinggi. Kolesterol berpotensi naik dan dapat memancing hadirnya penumpukkan cairan dalam beberapa jaringan yang sensitif.
  • Banyak mengonsumsi makanan yang berprotein tinggi, baik yang berasal dari tumbuhan atau hewan. Protein dapat dijadikan sumber energi selain karbohidrat dan lemak dan aman karena tidak memicu tumbuhnya kista dalam tubuh.
  • Perbanyak konsumsi sayur dan buah agar sistem metabolisme tubuh dapat tetap terjaga.
  • Hindari makanan cepat saji. Bahan makanan yang tidak dimasak dengan sempurna akan memicu reaksi negatif dari tubuh. Selain itu, makanan cepat saji biasanya lebih kaya rasa dibanding dengan kaya gizi. Perbanyaklah konsumsi makanan yang dimasak sendiri dengan proses yang baik dan benar.
  • Hindari kopi dan minuman dengan pemanis buatan. Terlalu banyak minum kafein akan mengganggu metabolisme tubuh. Sedangkan minuman dengan pemanis buatan tentu akan mengganggu kadar gula dalam darah sehingga berpotensi terhadap stabilisme hormon.
  • Tidak mengonsumsi minuman bersoda dan alkohol. Kedua jenis minuman ini mampu memicu produksi hormone estrogen menjadi berlebih. Ini akan sangat berdampak terhadap sistem hormonal tubuh.
  • Kurangi makanan yang digoreng atau dibakar. Makanan yang digoreng akan mengandung banyak kolesterol dan menambah kadar lemak. Sedangkan makanan yang dibakar biasanya akan menimbulkan senyawa polycyclic aromatic hydrocarbons(PAHs) yang berpeluang memicu kanker. Mengukus atau merebus dapat menjadi pilihan cara masak lainnya.

Pola diet tersebut bukan hanya dilakukan oleh orang yang sudah terkena kista saja, tetapi harus juga dihindari orang sehat agar tidak terkena kista. Tak hanya pola makan, tetapi mengubah semua pola kegiatan harus dilakukan agar metabolisme tubuh dapat bekerja dengan seharusnya. Misalnya mengatur waktu istirahat, rajin berolahraga, dan menghindari stress.

Bantu Pola Makan Dengan Mengonsumsi Obat Herbal

Setelah mengubah pola makan dan istirahat, maka langkah selanjutnya adalah menambah melakukan pengobatan serta pencegahan dengan obat herbal. Mengapa harus obat herbal?

Obat herbal cenderung lebih aman untuk dikonsumsi karena di dalamnya terdapat bahan alami yang memiliki khasiat khusus untuk mengobati penyakit. Salah satu obat herbal yang dapat menjadi solusi untuk mencegah atau mengobati kista adalah Chang Sheuw Tian Ran Ling Yao. Obat dari resep leluhur negeri Tiongkok ini memiliki kandungan senyawa Germanium dan Polisakarida.

Melalui uji praklinis yang dilakukan oleh tim ilmuwan dari Universitas Gadjah Mada dan Rumah Sakit Kanker Dharmis Jakarta, ditemukan jika kedua zat mineral tersebut mampu memperbaiki sel yang rusak, mengembalikan fungsi metabolisme dan organ tubuh, serta menjaga imunitas. Sehingga dengan mengonsumsinya secara teratur, pasien dengan kista dapat lebih mudah mengupayakan kesembuhan karena metabolismenya menjadi lancar dan berdampak pada kempisnya kantung kista.

Chang Sheuw Tian Ran Ling Yao sangat aman untuk dikonsumsi. Selain terbuat dari bahan pilihan berkualitas, kapsul ini juga telah memiliki izin edar dari BPOM dengan No. POM. HT. 133 300 311. Tak sebatas itu saja. lembaga keagamaan besar Majelis Ulama Indonesia pun telah memberi label HALAL karena komposisinya memenuhi syarat keamanan bagi umat muslim.