Kista Cokelat, Perempuan Harus Waspadai Gejala Penyakit Ini!

Apa reaksi Anda ketika mendengar kata kista? Pasti akan teringat dengan penyakit yang memiliki kantung berisi cairan.

Kista Cokelat, Perempuan Harus Waspadai Gejala Penyakit Ini!
Ilustrasi Kista Coklat, Sumber Gambar: Dok. Popmama

Apa reaksi Anda ketika mendengar kata kista? Pasti akan teringat dengan penyakit yang memiliki kantung berisi cairan. Apalagi jika Anda adalah seorang perempuan, sudah tentu akan teringat dengan banyaknya pemberitaan atau kabar dari lingkungan sekitar tentang penyakit yang sering menyerang organ reproduksi.

Benar, bagi sebagian besar perempuan, kista sering tumbuh pada bagian rahim atau ovarium. Salah satu yang saat ini banyak dialami yaitu kista cokelat. Jenis kista yang menyerang bagian endometrium ini memang telah banyak hadir dalam organ reproduksi perempuan dengan berbagai tingkatan. Mulai dari ringan hingga akut sehingga mengakibatkan komplikasi dan harus dilakukan pembedahan untuk mengatasinya.

Lapisan endometrium merupakan bagian dalam rahim. Namun dalam keadaan yang tidak normal, lapisan endometrium bisa tumbuh di luar rahim. Akibatnya pada saat haid terjadi, darah tidak dapat keluar melalui vagina dan mengalami pengendapan. Darah kotor yang mengendap untuk jangka waktu yang lama akan semakin pekat dan berubah menjadi gumpalan yang berwarna merah kecokelatan. Itulah sebabnya disebut kista cokelat. Istilah medis sendiri menyatakan jika kondisi ini disebut kista endometriosis.

Penyebab kista cokelat

Terdapat beberapa macam penyebab kista cokelat, diantaranya:

  • Faktor keturunan. Kista cokelat dapat menjadi penyakit yang diturunkan melalui gen. Walau belum diketahui secara jelas apa penyebabnya, tetapi beberapa penelitian membuktikan jika penyakit kondisi endometrium di luar rahim bisa terjadi pada setiap generasi.
  • Haid retrograde. Pada saat haid, sebagian jaringan endometrium tidak bisa keluar lewat vagina, sehingga akan masuk ke perut melalui saluran tuba palopi. Jaringan yang lepas ini akan melekat pada organ di bagian pelvis dan akan terus berkembang.
  • Sirkulasi darah yang tidak normal. Dalam keadaan tertentu, peredaran darah bisa terjadi dengan tidak normal atau melalui aliran limfa. Kondisi ini menyebabkan kista dapat ditemukan pada bagian mata atau otak.
  • Gangguan sistem imun. Beberapa perempuan mengalami penurunan daya imunitas sehingga metabolismenya tidak lancar. Belum diketahui secara pasti apakah penurunan imunitas ini yang menyebabkan timbulnya kista cokelat atau sebaliknya.
  • Keadaan lingkungan. Terdapat penelitian yang menemukan jika kista cokelat disebabkan oleh racun yang dinamakan dioxin. Walau ini baru ditemukan pada hewan, namun tidak menutup kemungkinan jika dapat terjadi pada manusia jika tidak menjaga kebersihan lingkungannya.

Gejala Kista Cokelat

Walau kadang tidak menunjukkan gejala secara cepat, namun perempuan wajib waspada dengan tanda-tanda yang sering muncul.

  • Rasa nyeri yang hebat pada saat haid.
  • Siklus haid menjadi tidak normal.
  • Sering sakit bagian pinggul.
  • Sakit pada saat berhubungan intim.
  • Sering merasa lelah.
  • Mudah stress bahkan berpotensi untuk depresi.

Atasi Kista Cokelat Dengan Chang Sheuw Tian Ran Ling Yao

Kista cokelat dapat diatasi dengan menggunakan ramuan tradisional Chang Sheuw Tian Ran Ling Yao. Obat herbal ini dapat menghilangkan kista dan meredakan gejala yang sering timbul secara bertahap. Melalui komposisi yang tepat dari zat mineral germanium dan polisakarida yang telah teruji praklinis dapat mengembalikan metabolisme tubuh dan memperbaiki jaringan yang rusak sehingga optimal untuk mengobati berbagai jenis kista.

Sebuah testimoni datang dari Ibu Asmi yang mengalami kista sejak September 2009. Vonis dokter itu sempat menciutkan keinginannya untuk memiliki anak lagi. Namun setelah mengkonsumsi Chang Sheuw Tian Ran Ling Yao dengan teratur, kista itu menghilang dan kini beliau telah dikaruniai putra kembali.

Chang Sheuw Tian Ran Ling Yao sangat aman untuk dikonsumsi karena telah memiliki izin dari pemerintah melalui sertifikat yang dikeluarkan BPOM, dan telah termasuk dalam kategori Obat Herbal Terstandar (OHT).