Chang Sheuw Tian Ran Ling Yao Telah Memulihkan Kondisi Anakku

Antonius Anggi Darmawan (13 Tahun), pelajar kelas 1 SMP di Bandung, 10 Juli 2001, tiba tiba terserang penyakit aneh, mendadak lumpuh, tidak bisa bicara. Badannya dingin, muntah-muntah, lidah putih, pipi dan bibir mencong ke belakang seperti kena stroke serta tangannya pun mengepal, tidak bisa bicara.

Chang Sheuw Tian Ran Ling Yao Telah Memulihkan Kondisi Anakku

Antonius Anggi Darmawan (13 Tahun), pelajar kelas 1 SMP di Bandung, 10 Juli 2001, tiba tiba terserang penyakit aneh, mendadak lumpuh, tidak bisa bicara. Badannya dingin, muntah-muntah, lidah putih, pipi dan bibir mencong ke belakang seperti kena stroke serta tangannya pun mengepal, tidak bisa bicara.

Menurut dokter, Anggi terkena AIIP (Acute Inflammatory Idiopathic Polyneuropathy), semacam penyakit langka yang belum ada obatnya. Selain itu, ia juga sulit makan dan minum, hidupnya tergantung infus.

"Sebulan dirawat, dokter angkat tangan, bahkan meramalkan umur Anggi tinggal beberapa hari lagi, syukur, Tuhan berkehendak lain, menyelamatkan anakku lewat serbuk Chang Sheuw Tian Ran Ling Yao, ramuan tradisional China yang bisa diperoleh di Jl. Sadang 45, Bandung" kata sang Ibu, Ny. Yani Kusnawan. Kini Anggi telah sembuh total, sebuah mukzijat yang tidak terbayangkan.

Sedikit penjelasan mengenai penyakit ini adalah Guillain Barre Syndrome (GBS) atau yang dikenal dengan Acute Inflammatory Idiopathic Polyneuropathy (AIIP) atau yang bisa juga disebut sebagai Acute Inflammatory Demyelinating Polyneuropathy (AIDP) adalah gangguan di mana sistem kekebalan tubuh menyerang bagian dari sistem saraf perifer.

Gejala pertama dari gangguan ini meliputi berbagai tingkat sensasi kelemahan atau kesemutan di kaki. Dalam banyak kasus sensasi kelemahan dan abnormal menyebar ke lengan dan tubuh bagian atas. Gejala ini dapat meningkatkan intensitas sampai otot-otot tertentu tidak dapat digunakan sama sekali dan, bila berat, pasien hampir sepenuhnya lumpuh

Anggi lahir pada 7 Oktober 1989 sebagai anak bungsu dari tiga bersaudara pasangan keluarga Yusuf Darmawan (40 tahun) dan Yani Kusnawan (38 tahun). "Dari kecil dia tumbuh sebagaimana lazimnya anak anak, tidak ada tanda tanda bakal terserang penyakit aneh. Bahkan, boleh dibilang tidak pernah merepotkan kami soal kesehatan dia, dibanding dua saudaranya yang lain", kata Ny. Yani.

Namun, ketika Anggi baru beberapa hari memulai masa pendidikan kelas 1 di sebuah SMP di Bandung, tiba tiba suatu malam dia muntah muntah, lidahnya putih, kaki dan tangannya lemah tak berdaya, lumpuh total. Malam itu juga dilarikan ke sebuah rumah sakit terkenal di Kota Kembang tersebut. "Tidak hanya itu, nafasnya juga sesak, bahkan kedua kakinya mengecil dalam beberapa hari," kata Ny. Yani.

"Menurut dokter ahli yang menangani, Anggi terserang penyakit langka bernama AIIP, semacam penyakit aneh yang belum ada obatnya. Di rumah sakit tempat Anggi dirawat, menurut dokter itu pula sudah tiga orang yang pernah terserang penyakit yang sama, dua diantaranya sudah meninggal dunia. Mendengar itu, terus terang, nyali saya langsung ciut. Bagaimana tidak, anak bagi kami adalah segala galanya", lanjut Ny. Yani lagi.

Menurut Dokter, tambah ibu Yani lagi, disaluran pernafasan Anggi, terdapat banyak dahak yang kental, sehingga membuat Anggi sulit untuk bernafas. Untuk mengeluarkan dahak tersebut, dokter menyedot dengan slang khusus lewat mulut. Karena berhari hari menyedot dahak tersebut lewat mulut, membuat saluran rongga mulut Anggi infeksi. Dokter membuat saluran baru lewat leher. "Dahak yang keluar banyak sekali, seakan tak pernah berhenti," kata Ny. Yani.

Sementara itu, Anggi yang hidupnya tergantung dengan infus, sejak masuk rumah sakit tidak bisa buang air besar dan kecil. "Pernah diupayakan dokter dengan kateter, juga tidak bisa buang air besar. Ketika perawatan hampir sebulan tidak ada perubahan, dokter mulai pesimis. Ditambah lagi, sempat mengalami koma 2 kali yang masing masingnya 15 menit. Secara tidak langsung agaknya dokter mulai angkat tangan, terbukti dengan pernyataannya yang mengatakan, bahwa penyakit ini belum ada obatnya.

Saat itulah suami saya langsung teringat ramuan tradisional China yang telah banyak menyambuhkan berbagai macam penyakit di Bandung, yakni Chang Sheuw Tian Ran Ling Yao, lewat Ibu Yuni Setiawan Jl. Sadang 45, Bandung"

Ibu Yuni semula sempat ragu, apakah serbuk Chang Sheuw Tian Ran Ling Yao ini bisa menyembuhkan Anggi? Sebab, sebelumnya serbuk ini sangat ampuh untuk membasmi berbagai penyakit kanker, mulai dari yang berstadium awal hingga yang stadium tinggi, bahkan terganas sekalipun, hingga ke akar-akarnya. Sedangkan Anggi, mengidap penyakit langka yang dokter sendiri bingung untuk mengatasinya. "Namun begitu, tetap saya minumkan Serbuk Chang Sheuw Tian Ran Ling Yao malam sekitar jam sepuluh".

Kira kira jam empat pagi, Anggi langsung pipis, banyak sekali, warnanya coklat. Dua hari kemudian, dia bisa buang air besar. Sejak itulah, kian hari, kondisi Anggi kian membaik. Dahaknya mulai berkurang, nafasnya mulai tenang dan selang penghisap dahak itupun dicabut," kata Ibunya.

Sejak itulah, lanjut sang Ibu, Anggi hanya diminumkan serbuk Chang Sheuw Tian Ran Ling Yao. "Dalam 10 hari terlihat perubahan drastis. Anggi sudah mulai bisa menangis, mulai bicara, mulai minta minum, makan dan sebagainya. Seiring itu pula, dari hari ke hari, kondisinya makin membaik, bisa duduk sendiri, berjalan pelan dan sebulan sejak makan serbuk itu, Anggi bisa berjalan tanpa bantuan kursi roda.

Kini, atas pertolongan Tuhan lewat serbuk Chang Sheuw Tian Ran Ling Yaoanakku benar benar telah sembuh. Dokter dan para suster yang dulu merawat di rumah sakit itupun sempat heran atas kesembuhan Anggi. Secara tidak langsung, agaknya mereka mengakui keampuhan ramuan ini," kata Ny. Yani.

 

Majalah Kartini nomor 2064 Edisi 27 Juni s/d 11 Juli 2002

 

  • Antonius Anggi Darmawan
  • Komplek Istana Sudirman Regency Jl. Magenta II/17, Bandung
  • Tlp. 082217895599 / 082115995055