Hindari Dampak Negatif Kemoterapi dengan Obat Herbal

Bagi orang yang sakit kanker, kemoterapi adalah cara untuk dapat memperlambat pertumbuhan bahkan mematikan sel kanker.

Hindari Dampak Negatif Kemoterapi dengan Obat Herbal
Ilustrasi Efek Samping Kemoterapi, Sumber Gambar: Dok. Alodokter

Bagi orang yang sakit kanker, kemoterapi adalah cara untuk dapat memperlambat pertumbuhan bahkan mematikan sel kanker. Dokter memberikan terapi untuk memberantas jaringan abnormal yang tumbuh menggerogoti jaringan yang normal dalam tubuh pasien. Cara ini memang telah terbukti memberikan hasil. Banyak pasien yang berangsur sembuh dengan metode pengobatan ini.

Prinsip Kerja Kemoterapi

Pemeriksaan prakemoterapi akan dilakukan dengan saksama melalui tes laboratorium. Perencanaan langkah kemoterapi akan diambil oleh dokter dengan mempertimbangkan jenis, keadaan fisik-psikis pasien, dan tujuan pengobatan tersebut.

Pada dasarnya, pemberian obat saat kemoterapi adalah untuk menekan pertumbuhan sel abnormal agar tidak menyebar ke jaringan sel lainnya. Namun obat yang dimasukkan dalam tubuh itu kadang tidak dapat membedakan antara sel normal dan tidak. Ini menyebabkan jaringan yang berfungsi normal pun memiliki resiko mati dan tidak dapat melakukan fungsinya dengan baik. Selain ditentukan oleh jenis kanker, pengobatan akan bergantung pada stadium dari penyakit pasien, yakni:

  • Pasien akan diberikan obat berupa cairan, pil atau kapsul yang harus diminum dengan teratur.
  • Pasien kanker kulit akan mendapat terapi pemberian gel atau krim.
  • Pengobatan dengan menggunakan media jarum suntik akan dilakukan pada bagian otot atau lapisan lemak tubuh pasien.
  • Intraperitoneal (IP). Tindakan pembedahan akan dilakukan melalui selang khusus yang dipasang masuk ke perut. Biasanya dilakukan terhadap pasien yang memiliki sel abnormal pada bagian perut, seperti usus, hati atau lambung.
  • Intraarteri (IA). Pengobatan dilakukan melalui jaringan arteri agar obat akan bercampur dengan darah yang akan menuju ke tempat sel abnormal.
  • Intravena (IV). Pengobatan ini memanfaatkan fungsi pembuluh vena untuk menyalurkan zat untuk melemahkan kanker.

Dampak Negatif Kemoterapi

Di samping memberikan manfaat kesembuhan, kemoterapi pun mempunyai resiko besar yang membuat takut para pasien. Dampak negatif akan dirasakan organ lain sebagai reaksi dari obat yang diberikan. Akibat buruk yang terjadi akan dipengaruhi oleh jenis kemoterapi dan keadaan penderita kanker itu sendiri. Beberapa efek yang biasa terjadi diantaranya:

  • Rambut rontok.
  • Badan terasa lelah, lemah bahkan sering sakit.
  • Berkurang nafsu makan yang berdampak pada penurunan berat badan yang drastis.
  • Sering mengalami jeluak dan muntah..
  • Terjadi penurunan kadar hemoglobin dalam darah (anemia) yang mengakibatkan sesak nafas.
  • Kulit menjadi kusam, kering, disertai dengan rasa perih.
  • Sering terjadi perdarahan ringan, misalnya pendarahan pada gusi atau mimisan.
  • Mudah mengalami infeksi.
  • Sering merasa khawatir yang berlebih, stress, dan keluhan psikologis lainnya.
  • Terjadi gangguan seksual, contohnya hilang hasrat seksual, kualitas organ intim berkurang serta mempengaruhi pada tingkat kesuburan.
  • Sebagian kasus berdampak pada organ pencernaan sehingga menyebabkan diare.
  • Sering sariawan.

Cara Hilangkan Efek Kemoterapi

Dampak setelah melakukan kemoterapi dapat ditangkal dengan jalan yang sederhana, yaitu menggunakan obat alami. Racikan herbal Chang Sheuw Tian Ran Ling Yao produksi PT Daun Teratai merupakan ramuan alami yang dapat mengatasi efek samping kemoterapi seperti mual, mual, muntah, lemas dan rambut rontok.

Contoh yang sudah mencobanya adalah Ibu Siti Aminah (59 Tahun), warga Pangkal Pinang yang telah divonis kanker serviks stadium 2 B telah membuktikannya. Beliau mengonsumsi resep herbal yang telah teruji klinis ini bersamaan dengan pengobatan kemoterapi. Dalam waktu 6 bulan akhirnya dokter memberi keterangan jika Ibu Siti Aminah telah terbebas dari sel kanker yang selama ini menggerogoti tubuhnya.

Ternyata hasil yang membuat Ibu Siti Aminah merasa bungah. Lantaran racikan Chang Sheuw Tian Ran Ling Yao mampu mengurangi efek samping dari proses pengobatan kemoterapi. Dalam hal ini perlu diketahui bahwa herbal Chang Sheuw Tian Ran Ling Yao itu mengandung dua zat penting yang berguna mencegah dan memperbaiki sel abnormal di dalam tubuh.

Zat tersebut ialah Polisakarida dan Germanium, di sini zat Polisakarida memiliki peran sebagai pencegah dan memperbaiki sel yang rusak. Begitupun dengan Germanium, zat ini berguna untuk menstabilkan sistem metabolisme dalam tubuh. Dengan demikian perpaduan dua zat ini bersifat adaptogen, yakni mampu meningkat imunitas tubuh sehingga dapat menangkal atau menyembuhkan berbagai macam penyakit.

Tak hanya itu, keberhasilan Obat Herbal Daun Teratai pun disertai dengan label HALAL dari MUI. Telah duji klinis di Rs. Kanker Dharmais, serta telah mendapat sertifikasi Obat Herbal Terstandar oleh BPOM. Di sini jika Anda masih meragukan khasiat herbal Chang Sheuw Tian Ran Ling Yao, bisa ditinjau lebih jauh beberapa testimoni pasien yang puas dengan Obat Herbal Daun Teratai di laman resmi daunteratai.

Bahkan Obat Herbal Chang Sheuw Tian Ran Ling Yao produksi PT Daun Teratai berhasil mendapat penghargaan oleh Nahdlatul Ulama (NU) melalui Ibu Hj. Khofifah Indar Parawangsa. Tak berhenti sampai di situ, obat herbal ini pun telah mendapat Indonesia Golden Award (IGA) di tahun 2009 untuk kategori First in Herbs Medicine and Pharmacy.