Herbal Daun Teratai Mampu Mencegah Kerontokan Rambut Pasca Kemoterapi

Rambut merupakan bagian tubuh manusia yang dapat menjadi sumber percaya diri. Namun bagi penderita kanker yang telah melakukan kemoterapi, ini dapat menjadi suatu petaka.

Herbal Daun Teratai Mampu Mencegah Kerontokan Rambut Pasca Kemoterapi
Ilustrasi Dampak Terapi Kemoterapi, Foto: Dok. MerahPutih

Rambut merupakan bagian tubuh manusia yang dapat menjadi sumber percaya diri. Namun bagi penderita kanker yang telah melakukan kemoterapi, ini dapat menjadi suatu petaka. Kerontokan dalam jumlah besar akan menjadi efek setelah dilakukan pengobatan kemoterapi. Hal ini mengakibatkan banyak pasien kanker menjadi merasa berkecil hati.

Alasan rambut rontok setelah kemoterapi

Pertumbuhan sel kanker dapat dihentikan dengan kemoterapi, tetapi sayangnya obat ini akan menjalar ke bagian tubuh lainnya. Jaringan keratosit, yaitu sel yang letaknya berada di akar rambut (folikel) pun menjadi sasaran penyerangan obat kemoterapi itu. Akibatnya, akar rambut menjadi rapuh dan mudah jatuh atau rontok.

Rambut rontok yang dialami pasca kemoterapi bisa disebabkan oleh beberapa hal, yaitu:

  • Pemberian takaran saji (dosis) zat kimia pada saat kemoterapi.
  • Macam dan teknik kemoterapi yang diberikan. Biasanya cairan obat kimia yang masuk dengan menggunakan jarum suntik memberi dampak kerontokan.
  • Percampuran obat kemoterapi menyebabkan reaksi negatif terhadap kekuatan folikel.

Rambut yang rontok biasa terjadi selama kurang lebih 2-4 pekan setelah kemoterapi. Tak sekadar rambut yang tumbuh di kepala, namun rambut yang ada pada wajah, alat kelamin dan bagian lainnya juga mengalami kerontokan. Proses rontoknya rambut akan berlangsung dengan bertahap.

Cara atasi rambut rontok pasca kemoterapi

Problem kerontokan dalam jumlah banyak tak bisa dihindari oleh penderita kanker yang telah kemoterapi. Folikel akan rapuh dan berjatuhan selama kurun waktu 6-12 bulan atau bahkan bertahun-tahun.

Terdapat beberapa hal yang bisa dilakukan untuk mencegah kerontokan yang lebih parah, diantaranya:

  • Gunakan sampo dan conditioner bayi untuk melakukan perawatan rambut sehari-hari.
  • Gunakan permukaan sisir yang lembut dan gerigi yang tidak terlalu rapat.
  • Hindari pemakaian alat seperti hair dryer, alat catok, cat atau alat lain yang biasa digunakan untuk mempercantik rambut.
  • Pakai pelembab seperti krim, minyak atau gel agar rasa gatal pada kulit kepala dapat berkurang atau hilang.
  • Menggunakan topi agar tidak terpapar matahari secara langsung.
  • Penuhi nutrisi rambut melalui makanan yang bergizi untuk rambut, sehingga folikel akan menjadi lebih kuat dari dalam.

Lalu muncul pertanyaan, apakah rambut yang sudah rontok itu tumbuh kembali? Untuk beberapa keadaan, masalah rambut rontok bisa berakhir. Jika diberi perawatan yang baik, maka folikel akan sehat kembali. Biasanya rambut akan secara bertahap tumbuh seperti saat kecil dulu.

Herbal Daun Teratai Atasi Dampak Kemoterapi

Rambut rontok merupakan satu dampak dari kemoterapi. Keadaan ini dapat diatasi dengan menggunakan ramuan herbal terpercaya. Bahan alami yang tepat akan dapat memulihkan kondisi tubuh yang telah rusak.

Obat Herbal Chang Sheuw Tian Ran Ling Yao adalah produk pilihan yang dapat menjadi solusi untuk atasi berbagai keluhan yang dirasakan pasien kanker pasca kemoterapi. Obat herbal yang terbuat dari bahan alami berkualitas dan diolah melalui teknologi yang canggih ini akan dapat memulihkan sel dalam tubuh yang rusak akibat obat kimia.

Herbal Daun Teratai dikenal juga dengan Chang Sheuw Tian Ran Ling Yao. Di dalamnya terdapat Germanium dan Polisakarida yang memiliki khasiat luar biasa, yaitu:

  • Membantu tumbuh kembang sel yang sebelumnya terganggu akibat sel kanker, miom, tumor atau berbagai gangguan hormon.
  • Mengembalikan sistem metabolisme serta fungsi kerja anggota badan.
  • Menjaga serta menambah daya imunitas.

Para konsumen herbal Daun Teratai bisa terjaga keamanannya karena obat herbal ini telah memiliki sertifikat BPOM, lolos uji ISO 9001 dan mendapat label HALAL dari MUI.