Atasi Biaya Mahal Kemoterapi dengan Obat Herbal

Kanker menjadi salah satu penyakit yang sangat menakutkan. Pertumbuhan sel tidak normal yang sangat cepat menyebabkan dampak yang besar bagi tubuh, bahkan beresiko pada kematian.

Atasi Biaya Mahal Kemoterapi dengan Obat Herbal
Ilustrasi Kemoterapi, Sumber Gambar: Dok. Pixabay

Kanker menjadi salah satu penyakit yang sangat menakutkan. Pertumbuhan sel tidak normal yang sangat cepat menyebabkan dampak yang besar bagi tubuh, bahkan beresiko pada kematian. Atas dasar ini banyak pasien yang berusaha untuk sembuh dengan melakukan kemoterapi. Namun sayang, biaya yang mahal banyak orang yang akhirnya menunda dan beralih pada pengobatan alternatif lainnya.

Kemoterapi merupakan pengobatan yang dilakukan untuk menekan laju pertumbuhan sel toxic. Walau pengobatan ini menyebabkan resiko yang besar, banyak pasien tetap mengambil langkah ini untuk dapat menyelamatkan kehidupannya. Proses pengobatan dilakukan dalam waktu cukup lama sesuai dengan stadium kanker yang diderita oleh pasien.

Biaya kemoterapi

Jumlah tenaga medis yang ahli di bidang kanker ini masih terlalu sedikit jika dibanding dengan jumlah pasien yang terus meningkat. Sehingga kemoterapi biasanya hanya merujuk pada rumah sakit tertentu saja. Setiap rumah sakit memiliki standar biaya dan pengobatan yang berbeda. Ini ditentukan oleh fasilitas dan layanan yang diberikan, yaitu sekitar Rp200.000,00 hingga Rp2.000.000,00 diberikan untuk satu kali kemoterapi.

Layanan kemoterapi yang diberikan harus disesuaikan dengan jenis dan stadium kanker. Semakin kompleks kanker yang diderita, tentu rangkaian kemoterapi yang diberikan akan cukup lama dan memakan biaya yang tidak sedikit pula. Tak sedikit pasien yang harus lakukan rawat inap selama beberapa hari untuk lakukan kemoterapi dan kondisi ini biasanya harus dilakukan berkali-kali hingga pengobatan tuntas.

Ditambah pasien juga harus memikirkan biaya transportasi dan akomodasi lain bagi dirinya dan pengantar. Sudah bisa dipastikan biaya yang disiapkan akan terus membengkak jika dilakukan selama beberapa kali dan dalam waktu yang lama.

Apakah kemoterapi ditanggung BPJS?

Pertanyaan ini pasti akan singgah saat pasien dengan penyakit kanker berpikir untuk pengobatannya Biaya yang sedikit, tak heran banyak pasien yang berharap pada BPJS.

Bersyukur biaya pengobatan pasien kanker ditanggung oleh BPJS, tetapi hanya sebatas kemoterapi standar dan radiologi saja. Banyak pasien yang merasa tertolong walau harus kembali mencari cara agar pengobatan yang tidak ter-cover dapat dijalani.

Beralih pada pengobatan herbal

Alih-alih sembuh, banyak pasien yang akhirnya terbebani dengan biaya yang sangat fantastis. Akhirnya banyak penderita kanker yang mengalihkan pengobatannya pada obat-obatan herbal. Memanfaatkan bahan alami yang dipercaya dapat menyembuhkan penyakit yang dideritanya. Selain itu biaya yang dikeluarkan untuk memperoleh obat herbal ini lebih mudah terjangkau oleh semua kalangan.

Pasien kanker harus selektif dalam memilih obat herbal. Tidak semua produk akan aman walau berasal dari bahan alami. Racikan yang tidak tepat, pengolahan yang tidak higienis dan soal pengawasan dari pemerintah pun harus diperhatikan agar upaya pengobatan yang dilakukan dapat maksimal dan berujung dengan kesembuhan.

Saat ini telah hadir obat herbal dengan komposisi yang baik, yaitu Obat Herbal Chang Sheuw Tian Ran Ling Yao. Di dalamnya terdapat zat-zat yang berguna untuk mengembalikan metabolisme tubuh menjadi normal. Zat yang terkandung di dalamnya yaitu Germanium dan Poliskarida.

Melalui penelitian yang dilakukan oleh para peneliti dari Fakultas Farmasi Universitas Gadjah Mada, Kapsul Chang Sheuw Tian Ran Ling Yao terbukti dapat mencegah pertumbuhan sel abnormal yang tidak terkendali. Selain itu,sistem kerja Adaptogen yang terdapat di dalamnya mampu mencegah masuknya zat pathogen mencegah radikal bebas yang masuk dalam darah karena kurangnya antioksidan dalam tubuh.

Chang Sheuw Tian Ran Ling Yao, nama lain dari Obat Herbal Daun Teratai, telah memiliki izin edar dari BPOM, label HALAL dari MUI dan telah masuk ke dalam kelompok Obat Herbal Terstandar (OHT) dari BPOM. Atas dasar legalitas ini para konsumen mendapat perlindungan dari pemerintah untuk dapat merasakan khasiat yang luar biasa dari ramuan herbal ini.