Akibat Covid-19, Haruskah Kemoterapi Dihentikan?

Saat pandemi Covid terjadi, dilema sangat besar dialami oleh para penderita kanker. Beberapa pasien menunda jadwal kemoterapi karena resiko yang besar akan dialami jika tetap melakukannya saat terjangkit Covid-19.

Akibat Covid-19, Haruskah Kemoterapi Dihentikan?
Ilustrasi Apakah Penanganan Kemoterapi Perlu Dihentikan Saat Pandemi Covid-19, Sumber Gambar: Dok. Freepik

Saat pandemi Covid terjadi, dilema sangat besar dialami oleh para penderita kanker. Beberapa pasien menunda jadwal kemoterapi karena resiko yang besar akan dialami jika tetap melakukannya saat terjangkit Covid-19. Sementara, sel kanker juga akan terus menggerogoti tubuh. Oleh karena itu komunikasi dan mengikuti petunjuk dokter harus benar-benar dilakukan.

Ketika pasien kanker terkena Covid-19

Saat penderita kanker terkena virus Corona, maka tim dokter akan melakukan diagnosa lebih lanjut tentang upaya pengobatannya. Pasien harus segera melakukan pemeriksaan agar dapat dilakukan pengobatan yang tepat.  Pasalnya, resiko dari serangan virus Corona dan sel kanker akan bertubi menyerang tubuh pasien.

Setiap pasien yang akan melakukan kemoterapi pasti akan melalui rangkaian pemeriksaan dengan intensif. Jika hasilnya terdeteksi ada virus Corona dalam tubuh, maka kemoterapi akan ditunda hingga pasien benar-benar terbebas dari Covid-19.  Isolasi mandiri akan disarankan bagi pasien yang tingkat keseriusan Covid dan kankernya bisa ditoleransi. Meningkatkan imunitas tubuh menjadi salah satu cara yang diprioritaskan untuk memulihkan kondisi pasien kanker yang terkena Covid.

Namun untuk kasus tertentu, bisa saja diambil tindakan di rumah sakit saat kondisi pasien sudah sangat membutuhkan kemoterapi dengan segera. Pengobatan Covid dan kemoterapi akan dilakukan bersamaan dengan prosedur yang khusus.

Amankah vaksin Covid-19 untuk penderita kanker?

Kondisi pasien kanker sangat rentan dengan komplikasi yang diakibatkan oleh virus Corona. Maka dari itu pemberian vaksin pada mereka harus menjadi prioritas. Pemberian vaksin akan dilakukan setelah dokter memeriksa secara detil mengenai kondisi pasien. Dalam beberapa kasus kemoterapi akan dihentikan pada saat akan memberikan vaksin. Ini harus dilakukan agar sel kanker yang ada dalam tubuh pasien tidak menimbulkan reaksi dengan vaksin.

Pemberian vaksin harus disesuaikan dengan kondisi pasien dan jenis terapi yang dilakukan. Berikut adalah kriteria pemberian vaksin pada penderita kanker.

  • Pasien yang melakukan kemoterapi dapat mendapatkan vaksin dengan catatan kondisi tubuhnya dalam keadaan stabil. Reaksi demam dikhawatirkan akan membuat pasien semakin drop.
  • Pasien kanker yang melakukan imunoterapi dapat melakukan vaksinasi bersamaan. Semua kembali dengan memperhatikan kondisi awal terlebih dahulu.
  • Bagi pasien yang menggunakan kortikosteroid dapat menunda vaksinasi sesuai dengan petunjuk dokter. Ini disebabkan oleh kortisteroid yang akan mengurangi reaksi pada vaksin yang diberikan.
  • Pasien dengan perawatan hormon untuk kanker harus memperhatikan tingkat efektivitas vaksin karena reaksinya yang dapat saling mempengaruhi.
  • Bagi pasien yang mendapat perawatan IVIG dapat menerima vaksin dan tak perlu menghentikan perawatan kemoterapi.
  • Kemoterapi yang menggunakan radiasi dapat terus dilakukan bersamaan dengan pemberian vaksin Covid.
  • Bagi pasien yang melakukan pembedahan, sebaiknya menunda pemberian vaksin hingga kondisi benar-benar pulih.

Covid-19 dapat diatasi dengan kapsul Daun Teratai

Virus Corona yang telah membuat geger masyarakat seluruh dunia menjadi salah satu musuh tangguh yang harus dilawan. Pengobatan alternatif dengan kembali pada alam menjadi keputusan bijak agar dapat melindungi tubuh dari akibat zat kimia. Herbal Chang Sheuw Tian Ran Ling Yao mengandung Polisakarida dan Germanium yang dapat menjaga dan meningkatkan imunitas tubuh, mengembalikan fungsi metabolisme yang terganggu, menjaga dan memulihkan jaringan tubuh yang rusak akibat tumbuhnya sel abnormal, dan menyeimbangkan kembali kondisi tubuh yang rusak akibat kemoterapi atau radiasi.

PT. Daun Teratai memiliki komitmen untuk tetap menjaga kualitas produknya. Upaya yang dilakukannya yaitu dengan melakukan berbagai uji pra klinis dengan melibatkan para ahli di bidang kedokteran dan farmasi. Termasuk penelitian dan uji coba penyembuhan serta pencegahan Covid-19 dengan bahan alami yang terkandung dalam herbal Chang Sheuw Tian Ran Ling Yao.

Beberapa testimoni dari penderita kanker dan pasien Covid meyakinkan bahwa kapsul herbal ini dapat dipercaya khasiatnya. Legalitas yang telah diperoleh dari pemerintah pun membuat konsumen merasa aman karena produk ini telah dipayungi oleh hukum yang berlaku di Indonesia. Salah satunya telah mengantongi label HALAL dari MUI, merupakan kategori Obat Herbal Terstandar (OHT) dari BPOM, lulus uji klinis dari Rs. Kanker Dharmais, serta pernah mendapat penghargaan Indonesia Golden Award (IGA) pada tahun 2009 dalam kategori Fisrt in Herb Medicine and Pharmacy.